Langsung ke konten utama

Fenomena Super Blue Blood Moon (Pengalamanku)

Assalamualaikum..
Hallo teman,pada kesempatan kali ini aku bakalan membahas tentang Pengalaman Pribadi aku saat Gerhana Bulan yang dikenal dengan nama Blue blood moon..


Oke,Fenomena yang sangat langka ini akhirnya terjadi ditahun ini,fenomena ini terjadi 150 tahun yang lalu,dan diperkirakan akan terulang kembali sekita 100 tahun mendatang..
Subhanallah..
Nah Kita ini termasuk orang2 yang beruntung loh teman,karena tidak semua generasi dapat menyaksikan secara langsung Peristiwa ini,dan gasemua orang didunia dapat menyaksikannya juga loh teman,
Gerhana bulan ini mulai terjadi Rabu,31 Januari 2018 pada pukul 17.49 WIB dan masuk gerhana total pada 19.51 WIB. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 20.29 WIB dan gerhana total berakhir pada pukul 21.08 WIB.




*Pengalamanku.
Sayangnya,karena di kotaku saat itu sedang hujan,dan akhirnya Bulan pun tertutup oleh kabut loh teman): dan jadilah hanya terlihat langit yang menghitam diselimuti kabut dan diiringi oleh hujan gerimis): apa daya hanya bisa menyaksikan dilayar TV.
Tapi meski begitu aku senang,karena bisa mengikuti Shalat Gerhana(khusuf) dan jadi tau kalo fenomena ini langka..meski gabisa liat tapi seengganya aku pernah mengalami situasi dimana gerhana tapi gakeliatan_-" tapi aku bisa lohh liat Fenomennya,meski cuman dipotoin oleh temen:v
Ok teman,yang sama" gabisa liat bulannya gapapa,tapi seengganya pada Shalat Gerhana kan..


*Baca Juga

*Pengertian Gerhana Bulan

*Gerhana Bulan menurut Islam 

*Shalat Khusuf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shalat Khusuf

Assalamualaikum.. Hallo teman,pada kesempatan kali ini aku bakalan membahas tentang Shalat Khusuf Berikut adalah bacaan  niat shalat gerhana bulan  : تَعَالَى لِلَّهِ رَكْعَتَيْنِ الْقَمَرِ لِخُسُوْفِ    سُنَّةَ  أُصَلِّيْ {” Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “} Artinya : {” Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala “} Adapun tatacara Salat Gerhana adalah sebagai berikut: a. Berniat di dalam hati; b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa; c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901). d. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;...

Ayo Siaga Bencana (ASINCAN)

Assalamualaikum.. Haii teman-teman kali ini aku bakalan sedikit membahas tentang salah satu materi  PMR yaitu ASINCAN Siaga bencana (disaster) : kejadian akibat fenomena alam yang luar biasa dan atau yang disebabkan ulah manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian material, dan kerusakan lingkangan di mana masyarakat setempat tidak dapat mengatasinya, sehingga membutuhkan bantuan dari luar. SIKLUS BENCANA ; Kegiatan Penanganan Bencan dilaksanakan sepanjang Siklus Bencana : Pra Bencana (Pada saat sebelum Bencana terjadi), merupakan fase kesiapsiagaan bencana Selama kejadian Bencana Pasca Bencana (sesudah terjadinya bencana) *Jenis Bencana berdasarkan waktu kejadiannya : Bencana yang terjdi secara tiba-tiba, seperti gempa bumi,tsunami, angin topan, gunung meletus,tanah longsor Bencana yang terjadi secara berlahan dengan munculnya tanda-tanda sehingga kita bisa melakukan tindakan –tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban. Keadaan normal meningkat menjadi situa...

Gerhana Bulan (Hadist)

Assalamualaikum.. Hallo teman,pada kesempatan kali ini aku bakalan membahas tentang Hadist mengenai Gerhana Bulan Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah  Subhanahu wa ta’ala  yang sangat akrab dalam pandangan. Peredaran dan silih bergantinya yang sangat yeratur merupakan ketetapan aturan Penguasa Jagad Semesta ini. Allah  Subhanahu wa ta’ala  berfirman (yang artinya) : ”Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”  (Ar-Rahman : 5)             Maka semua yang menakjubkan dan luar biasa pada matahari dan bulan menunjukkan akan keagungan dan kebesaran serta kesempurnaan Penciptanya. Oleh karena itu, Allah  Subhanahu wa ta’ala  membantah fenomena penyembahan terhadap matahari dan bulan. Yang sangat disayangkan ternyata keyakinan kufur tersebut banyak dianut oleh ”bangsa-bangsa besar” di dunia sejak berabad-abad lalu, seperti di sebagian bangsa Cina, Jepang, Yunani, dan masih ban...