Langsung ke konten utama

Ust. Hanan Attaki

Assalamualaikum.
Hai teman-teman pada kesempatan kali ini aku bakalan sedikit membahas tentang salah satu idolaku yaitu Ust. Hanan Attaki

Ust. Hanan Attaki Lc. Kerap dijuluki dengan ustad gaul karena ceramahnya lebih dominan ringan dan mudah dicerna oleh para remaja zaman now,,Beliau selalu memberi support pada setiap kajiannya untuk para jomblo agar segera menggenapkan setengah dien nya. Istilahnya jomblo memang karena ingin menjaga diri dari z!na, dan terus mencari ilmu untuk segera menyempurnakan agama. Jomblo fii sabilillah.

Hanan Attaki lahir di Aceh pada tanggal 31 Desember 1981 dengan nama Tengku Hanan Attaki. Ia merupakan anak ke 5 dari 7 bersaudara.



Pengalamannya mengenal al-Qur’an secara lebih dekat diawali pada usia kanak-kanak. Sejak SD ustadz Hanan sudah mendapat beasiswa. Beberapa kali memenangkan Musabaqah Tilawatil Quran dari mulai dapat sepeda dipakai ke sekolah, dan pernah juga dapat Televisi.

Terakhir ia berhasil menjadi qori terbaik versi Fajar TV, Kairo 2005, dan mengisi acara tilawah al-Qur’an “Min Ajmalis Soth” di dua Channel (Fajar Tv & Iqro’ Tv).

Beliau kini tinggal d Bandung dan kerap memberikan kajian di Trans Studio Mall Bandung.

*Gimana apakah kalian ada yang suka juga dengan gaya ceramah Ustad gaul ini,hhe:)
Salam jomblo fii sabilillah yaa teman-teman.

Mungkin hanya itu yang dapat aku sampaikan.
Syukron dan Semoga bermanfaat yaa
Wassalamualaikum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shalat Khusuf

Assalamualaikum.. Hallo teman,pada kesempatan kali ini aku bakalan membahas tentang Shalat Khusuf Berikut adalah bacaan  niat shalat gerhana bulan  : تَعَالَى لِلَّهِ رَكْعَتَيْنِ الْقَمَرِ لِخُسُوْفِ    سُنَّةَ  أُصَلِّيْ {” Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “} Artinya : {” Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala “} Adapun tatacara Salat Gerhana adalah sebagai berikut: a. Berniat di dalam hati; b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa; c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901). d. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;...

Ayo Siaga Bencana (ASINCAN)

Assalamualaikum.. Haii teman-teman kali ini aku bakalan sedikit membahas tentang salah satu materi  PMR yaitu ASINCAN Siaga bencana (disaster) : kejadian akibat fenomena alam yang luar biasa dan atau yang disebabkan ulah manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian material, dan kerusakan lingkangan di mana masyarakat setempat tidak dapat mengatasinya, sehingga membutuhkan bantuan dari luar. SIKLUS BENCANA ; Kegiatan Penanganan Bencan dilaksanakan sepanjang Siklus Bencana : Pra Bencana (Pada saat sebelum Bencana terjadi), merupakan fase kesiapsiagaan bencana Selama kejadian Bencana Pasca Bencana (sesudah terjadinya bencana) *Jenis Bencana berdasarkan waktu kejadiannya : Bencana yang terjdi secara tiba-tiba, seperti gempa bumi,tsunami, angin topan, gunung meletus,tanah longsor Bencana yang terjadi secara berlahan dengan munculnya tanda-tanda sehingga kita bisa melakukan tindakan –tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban. Keadaan normal meningkat menjadi situa...

Gerhana Bulan (Hadist)

Assalamualaikum.. Hallo teman,pada kesempatan kali ini aku bakalan membahas tentang Hadist mengenai Gerhana Bulan Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah  Subhanahu wa ta’ala  yang sangat akrab dalam pandangan. Peredaran dan silih bergantinya yang sangat yeratur merupakan ketetapan aturan Penguasa Jagad Semesta ini. Allah  Subhanahu wa ta’ala  berfirman (yang artinya) : ”Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”  (Ar-Rahman : 5)             Maka semua yang menakjubkan dan luar biasa pada matahari dan bulan menunjukkan akan keagungan dan kebesaran serta kesempurnaan Penciptanya. Oleh karena itu, Allah  Subhanahu wa ta’ala  membantah fenomena penyembahan terhadap matahari dan bulan. Yang sangat disayangkan ternyata keyakinan kufur tersebut banyak dianut oleh ”bangsa-bangsa besar” di dunia sejak berabad-abad lalu, seperti di sebagian bangsa Cina, Jepang, Yunani, dan masih ban...